UBK Dan RRDK Gelar 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

DIPONEWS –┬áPeringatan tujuh tahun kematian pemimpin Korea Utara Kim Jong Il digelar dengan menyelenggarakan pameran foto dan buku tentang persahabatan Indonesia dan Korea oleh Universitas Bung Karno (UBK) bersama Lembaga Persatuan Persahabatan Indonesia dan Republik Rakyat Demokratik Korea (RRDK) di Perpustakaan UBK, Jalan Kimia, Jakarta, Jumat (14/12).

“Saya ucapkan terima kasih atas kehadiran eksibisi foto-foto dan buku-buku ini dalam rangka hari wafatnya ketujuh tahun Yang Mulia Kim Jong Il,” kata Konselor RRDK So Kwang Yun saat membuka kegiatan tersebut. Menurutnya, Kim Jong Il adalah seorang pemimpin besar dan juga pemimpin luar biasa dalam sejarah Korea. “Sama dengan Presiden Korea Kim Il Sung (ayah Kim Jong Il), beliau mengubah RRDK menjadi negara yang sangat kuat di politik dan militer. Dan merupakan politikus internasional juga,” jelasnya.

Peringatan ini juga nampak dihadiri Sekjen Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Korea Teguh Santosa, Rektor UBK Sunarto Sarti Atmaja, Kepala Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Ajaran Bung Karno Ristiyanto, mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan dan para mahasiswa. “Saya berharap para hadirin di sini khususnya mahasiswa-mahasiswi muda bisa belajar tradisi persahabatan antara dua negara melalui pameran hari ini. Dan usahakan meneruskan tradisi ini di masa depan,” ujarnya.

Sebelumnya, April 1965. Kim Jong Il bersama sang ayah mengunjungi Indonesia pada peringatan Konferensi Asia Afrika ke-10 di Bandung. “Sejak itu, beliau (Kim Jong Il) mengupayakan kontribusi kepada pengembangan hubungan antara Korea dan Indonesia,” terangnya.

“Beliau mengkordinasikan kerja untuk menemukan bunga Kimilsungia yang dihadiahkan Bung Karno kepada Kim Il Sung dan mengirim utusan khusus untuk membawa bunga ke Korea dan menanamnya di Tanah Korea,” papar Kwang Yun. Hingga saat ini, bunga Kimilsungia menjadi tanda persahabatan Indonesia dan Korea. Bahkan, setiap tahun di Korea diselenggarakan pameran bunga Kimilsungia dan pemerintah Indonesia selalu mengirim utusan.

“Apalagi Pemimpin Besar Kim Jong Il telah mengundang presiden ke korea dan dua kali beliau bertemu dengan presiden Indonesia mempersembahkan kepada hubungan antar dua negara,” tutur Kwang Yun.(*)