Proyek Trans-Papua Segmen V Dihentikan Sementara

DIPONEWS – Akibat dari penembakan 31 pekerja pembangunan Trans Papua Segmen V oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menghentikan sementara Trans Papua.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono memastikan lokasi terjadinya penembakan tersebut merupakan tempat dengan kategori aman. Tidak ada konflik dengan masyarakat setempat.

“Di Kali Yigi dan Aurak itu aman, sosialisasi dengan warga sudah sangat baik. Saya mendapat warga memberikan jaminan aman,” kata Basuki. Menurutnya, kejadian ini murni dikategorikan kriminal. Rakyat di Papua justru sudah menunggu pembangunan proyek ini segera rampung.
“Sebetulnya kalau warganya sudah ditunggu-tunggu sepanjang jalan ini. Sepanjang Trans Papua warganya tidak ada yang menolak pembangunan,” ungkapnya.

Dari aspek pelibatan warga lokal dalam pembangunan juga tidak ada masalah, karena pembangunan ini banyak melibatkan warga setempat. Sesuai dengan kesepaktan bersama, faktor ganti rugi lahan juga tidak ada yang bermasalah.
Terkait insinden ini, Basuki menekankan pembangunan infrastruktur bukan hanya soal kekuatan finansial, masih banyak persoalan nonteknis yang harus dipecahkan. “Ini menunjukan pembangunan infrastruktur tidak semata-mata tergantung dana,” ujarnya.(*)