Pencegahan Korupsi Melalui Tokoh Agama

DIPONEWS – Wakil Ketua KPK Laode M Syarif mengatakan tugas pemberantasan korupsi itu jangan hanya mengandalkan peran KPK, kejaksaan dan kepolisian semata. Menjamurnya penyakit korupsi telah menggerogoti sendi-sendi dan tatanan sosial dalam segala aspek berkehidupan. Terkait hal tersebut, salah satu upaya KPK pada pencegahan korupsi melalui pendekatan agama.

Menurutnya, mencegah korupsi menggunakan pendekatan agama, misalnya melalui pemahaman, pengamalan dan doktrinasi agama lebih efektif dibanding mengandalkan penegakan hukum.

“Termasuk dengan tokoh agama atau ustadz pencegahan itu juga dilakukan. Kita bekerja sama dengan Muhammadiyah, NU, Gereja Katolik dan Protestan,” kata Laode saat dijumpai di acara Dialog Urban, Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat (9/12).

Laode pun mencontohkan asus korupsi korupsi pengadaan Al-Quran yang terjadi di Kementerian Agama pada APBN-P 2011 dan APBN 2012. Negara telah mengalami kerugian Rp14 miliar atas kasus korupsi yang melibatkan beberapa nama sebagai tersangka seperti Zulkarnaen Djabbar, Dendy Prasetia, Ahmad Jauhari bahkan hingga Fahd El Fouz alias Fahd A Rafqi.

“Al-Quran saja sudah dikorupsi, gimana coba? Uang haji dikorupsi, Al-Quran dikorupsi, uang masjid banyak yang dikorupsi,” tegas Laode. “Mungkin jika syahadat ada uangnya mungkin dikorupsi, untung syahadat gak ada uangnya,” tambahnya.

“Maksudnya pencegahan saja tidak cukup, perlu diciptakan sistem yang lebih baik. Makanya kita selalu push e-budgeting dan e-catalog di daerah, lokal hingga provinsi supaya tidak terulang kembali,” ujarnya.(*)