KTP Lebih Dari Satu Akan Dipidana

DIPONEWS – Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh menanggapi penjualan blanko Kartu Tanda Penduduk Elektonik (KTP-el) di toko online dan tercecernya KTP-el di Duren Sawit.

“Warga Negara Indonesia (WNI) hanya diwajibkan memiliki satu KTP-el dan hanya boleh memiliki satu Nomor Induk Kependudukan (NIK),” kata Zudan di Mabes Polri, Jakarta, Senin (10/12).

“Kalau ada yang memiliki lebih dari satu NIK akan dikenakan tindak pidana. Kalau ada penduduk yang punya lebih dari satu KTP-el adalah tindak pidana,” katanya.

Dipastikan olehnya, bahwa penjualan blanko dan ribuan KTP yang tercecer tidak ada hubungannya dengan penyelenggaraan pemilu. “Tidak ada kaitannya dengan tahapan pemilu, semua ini murni tindak pidana,” ujarnya.(*)