Festival Musik Anti Korupsi Akan Sampai Kiamat

DIPONEWS – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar Festival Suara Lagu Anti Korupsi (SAKSI) 2018 bertema Suarakan Aksimu Lawan Korupsi di pelataran parker Plaza Festival, Kuningan Jakarta pada Jumat silam (30/11). Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan ada 220 kelompok yang berpartisipasi dari Aceh sampai Papua untuk menyuarakan anti korupsi dengan gaya masing-masing.

“Ada 220 kelompok yang berpartisipasi dari Aceh sampai Papua. Dengan berbagai macam genre music, mereka menyuarakan anti korupsi dengan gaya mereka. Ada frustasi, ada yang teriak-teriak, ada yang maki-maki, bahkan ada yang berpuisi dan lain-lain,” kata Saut saat membuka acara tersebut.

Acaraini juga dimeriahkan oleh band tanah air yaitu, Navicula, Kawan Lama, dan Hivi. Sebanyak 9 kelompok dari 220 kelompok sudah ditetapkan juri untuk tampil di sesi Fina Festival Lagu Suara Anti Korupsi. Dengan keyakinannya Saut mengatakan, “Hari ini merupakan momentum sejarah kedua, tahun kedua yang kemungkinan ini kalau diputar di gedung DPR atau diputar di mobil-mobil pejabat, mudah-mudahan setan keluar dari dalam mobilnya sehingga dia tidak lagi korupsi,” ujarnya.

Iajuga menambahkan SAKSI akan dilakukan setiap tahunnya dan sampai dunia ini kiamat. “SAKSI akan dilaksanakan sampai dunia ini kiamat. Artinya kita akan terus bernyanyi untuk menyuarakan anti korupsi. Oleh sebab itu mari kita nikmati untuk kemudian kita akan melaksanakannya tiap tahun, seperti ‘Grammy Award’ di Amerika, tapi khusus untuk lagu korupsi,” tegas Saut.

Berikut9 Band yang masuk sebagai Finalis Festival SAKSI 2018: Inoe (Tangerang); DEN’ORENS (Banjarmasin); Meriem (Yogyakarta); Alma (Yogyakarta); One Zero (Malang); Novice (Cilacap); AKAR (Medan); DNA (Bandar Lampung); dan Tiga Warna Musik (Surabaya).(*)