Aturan Baru Tarif Taksi Online

DIPONEWS – Aturan baru pengganti PM 108 tahun 2017 terkait Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek atau taksi online telah ditandatangani Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.
“Sudah ditandatangani Menhub, diharapkan tidak banyak resistensi terkait aturan taksi online ini,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi di Kementerian Perhubungan, Kamis (13/12).

Ia mengatakan aturan baru itu akan diserahkan ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia pekan depan. “Minggu depan diajukan ke Kemenkum HAM dan semoga selesai Desember ini,” katanya.

Mahkamah Agung (MA) pada 31 Mei yang lalu sudah resmi mencabut Permenhub tersebut. Dikatakan, sosialisasi aturan baru itu akan dilakukan secepat mungkin.
Budi juga menjelaskan para aplikator sudah sejalan dengan Kementerian Perhubungan.
“Ada yang memang dipersoalkan, namun mereka tidak bicara. Menyangkut masalah batas kuota itu. Jadi satu provinsi itu ada berapa kuota, mereka pasti maunya tidak usah dibatasi,” kata Budi. Terkait tarif, Budi juga menjelaskan para aplikator sudah setuju dengan Peraturan Direktur Jenderal sebesar Rp 3.500 sampai 6.500.

“Kalau pick hour mereka silahkan main ditinggikan, tapi jangan lebih dari Rp 6.500, kalau mereka melebihi berarti pelanggaran. Tapi kalau saat sepi jangan di bawah Rp 3.500,” ujarnya.(*)