Greenest Coworking Space Di Asia Tenggara

DIPONEWS – Greenhouse akan menerapkan sistem operasional ruang kerja dengan konsep konektivitas dan kelestarian lingkungan melalui desain ruang kerja, metode daur ulang, pantry sehat, dan mendukung kampanye dari organisasi – organisasi lingkungan. “Berdasarkan pengalaman kami, perusahaan di pasar atau negara yang bertumbuh cepat lebih memfokuskan diri pada pertumbuhan dan kurang pada aspek kelestarian lingkungan. Kesadaran ini menciptakan fondasi Greenhouse yang dimanifestasikan dalam ruang kerja dan aktivitas yang kami jalankan saat ini,” kata Adam Haluska, Greenhouse Head of Marketing dalam siaran persnya.

Beberapa contoh operasional Greenhouse yang menerapkan sistem lingkungan berkelanjutan diimplementasikan melalui desain, metode daur ulang, pantry sehat, inisiatif penanaman pepohonan dan memberikan ruang acara gratis untuk organisasi lingkungan. Greenhouse mendesain ruang kerja mereka dengan memaksimalkan cahaya alami sebanyak mungkin untuk menghemat energi. “Kami mendesain Greenhouse menjadi tempat yang ramah lingkungan dan tempat di mana pekerja dapat tetap fokus, namun, tetap merasa terhubung dengan satu sama lain,” tambah Clarissa Budiono, arsitek di balik Greenhouse dan Co-founder A01. Untuk itu mereka membangun semua ruang kerja pribadi yang ada di Greenhouse dengan dinding dan pintu kaca, untuk memastikan orang-orang dapat saling melihat dan membangun koneksi dengan cara yang lebih alami.

Selain desain hemat energi, Greenhouse juga bekerja sama dengan Waste4Change untuk mendaur ulang limbah. Greenhouse juga tidak memperbolehkan adanya penggunaan kantong plastik. Ini dilakukan dengan tujuan untuk mencegah sampah berakhir di  insinerator atau masuk ke laut.

Greenhouse juga berkolaborasi dengan OneTreePlanted.org untuk inisiatif penanaman satu pohon per anggota Greenhouse setiap bulan. Sampai saat ini, Greenhouse telah menanam 1.000 pohon dengan harapan untuk melawan deforestasi di Indonesia. Pohon-pohon ini ditanam di seluruh Indonesia dan di Kalimantan, khususnya Borneo dengan spesies asli Indonesia seperti Mentawa, Papung, Ubar, Halaban, Nyatoh, Jinjit, Betapai, dan Sundi. “Secara keseluruhan, kami selalu memastikan bahwa setiap tindakan yang kami lakukan selaras dengan tujuan kami untuk menjadi ruang kerja paling ramah lingkungan di Asia Tenggara,” jelas Viktor Kyosev, Head of Greenhouse Indonesia.

 

Mendukung Organisasi yang memiliki dampak positif terhadap lingkungan atau sosial adalah sesuatu yang Greenhouse lakukan dengan serius. Menyediakan tempat acara gratis bagi organisasi ini untuk mengadakan kegiatan mereka adalah bagian dari tujuan Greenhouse untuk memperluas pesan keberlanjutan lingkungan. Salah satu acara terakhir yang diadakan Greenhouse bersama dengan Kedutaan Besar Denmark dalam membuat Danish Climate Fair and Exhibition selama Pekan Diplomasi Iklim Uni Eropa. Acara ini diadakan untuk mendukung implementasi solusi yang lebih berkelanjutan dan hijau di Indonesia, khususnya pengelolaan hutan berkelanjutan, energi terbarukan dan pemanfaatan limbah yang optimal. Duta Besar Denmark untuk Indonesia, Rasmus Abildgaard Kristensen membuka acara dan diikuti oleh pidato dari Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Vincent Guérend, dan Duta Besar untuk Utusan Khusus Perubahan Iklim, Rachmat Witoelar.

Drew Calin, CEO Greenhouse mengatakan, “Ini merupakan hal-hal yang telah kami terapkan dalam beberapa bulan pertama beroperasi dan seiring waktu kami berencana untuk menerapkan lebih banyak kegiatan serupa seperti mengimplementasikan bahan – bahan daur ulang yang diproduksi di Indonesia sebagai interior ruang kerja kami. Kami juga berencana untuk memulai dan membangun tim untuk program yang disebut ‘Greenhouse 10x10x10’ yang berdiri untuk 10.000 penanaman pohon, pemasangan 10.000 sumur air dan memberikan beasiswa sekolah kepada 10.000 anak pada tahun 2019.” Drew Calin juga menambahkan, bahwa “Greenhouse selalu mencari organisasi yang bersemangat untuk berkolaborasi bersama, mengambil tindakan, atau menyampaikan berita di luar sana untuk membuat dampak sosial dan lingkungan yang positif, serta membuat perbedaan nyata di dunia.”